December 16, 2019

Review Film Dua Garis Biru 2019

Masih tentang film indonesia yang kini cukup ramai diproduksi. Pasalnya dunia perfilman tanah air sedang emngalami masa kejayaan kembali. Dimana masyarakat sekarang sangat terbuka untuk menerima film-film baru dari semua genre yang ada. Baik film horor, film drama, film komedi, film laga dan lainnya. Semua genre tersebut memiliki penggemar masing-masing. Cerita yang dibangun juga tidak main-main, bahkan membuat sebagian penonton merasa masuk kedalam cerita film tersebut.

Bagi Anda yang ingin melihat film genre romantis dengan pemeran utama artis cantik dan aktor ganteng. Anda dapat melihat Film Dua Garis Biru. Meskipun sempat diragukan untuk tayang, namun film satu ini bisa memberikan hiburan sendiri, terutama bagi penggemar berat pemeran utamanya.

Film Dua Garis Biru bisa dibilang telag berhasil patahkan sisi negatif dari sebagian orang-orang yang menganggap film dari besutan Gina S. Noer ini dikatakan menjerumuskan, terutama bagi anak remaja. Nyatanya tidak demikian, tema yang dihadirkan dalam alur cerita diangkat dari sebuah problem kehidupan nyata di sekeliling kita, yakni tentang sebuah pernikahan dini.

Dalam ceritanya, mengisahkan seorang anak perempuan bernama Dara (diperankan oleh Zara JKT48) dan Bima (diperankan oleh Angga Yunanda), dima keduanya berani melanggar sebuah batasan dari hubungan sepasang kekasih dan tidak tahu konsekuensi yang akan mereka hadapi kedepannya. Dara dan Bima dipaksa untuk sama-sama bertanggung jawab dari kesalahan yang mereka perbuat, dimana berujung pada pernikahan dini.

Namun terdapat pertentangan dari keluarga, dan dari hati mereka sendiri. Bagaiman kelanjutan cerita dari Dara dan Bima ini? Anda dapat membaca secara lengkap pada Review Film Dua Garis Biru 2019 berikut ini.

Review Film Dua Garis Biru 2019

Dikemas dalam taks tanpa basa-basi

Sejak masuk di menit awal sampai masuk ke akhir ceritanya sangat padat dan berisi tanpa basa-basi. Seperti yang kita dari sosok Gina S. Noer yang selalu menyusun sebuah film selalu mendetail dalam ceritanya.

Meski pada awal debutnya sebagai sutradara, dimana standar tinggi telah diterapkan dimulai dari naskah film Ayat-ayat Cinta (2008), Posesif (2017), Hari untuk Amanda (2010), Kulari ke Pantai (2018),hingga Keluarga Cemara (2018).

Dua Garis Biru dapat dibilang, bukan sebagai film cerewet dimana tidak banyak terdapat dialog. Menariknya dari segi efektivitas, Gina meracik keseluruhan sangat baikbisa sehingga tidak ada kata-kata yang dilewatkannya.

Karakter lebih maksimal, hampir tanpa cela

Sama halnya dalam naskah yang dibangun pada film ini, semua karakter memiliki konten padat dan bisa acting dengan maksimal, termasuk dari peran figuran. Bisa dikatakan ini sangat mendetail, sehingga Gina solah-olah membuat semua orang ikut terlibat didalamnya.

Terutama saat melihat tetangga Bima, dimana secara tidak langsung memberi tahu tentang kehidupan rumah tangganya yang penuh dengan banyak polemik, dan juga keberadaan dari Asri Welas dengan gambaran natural pada kehamilan dininya.

Jika Anda telah download film Dua Garis Biru dan menontonnya di website layarkaca21, pasti akan membuat Anda tepuk tangani melihat peran Zara JKT48. Review ini tidak melebihkan, pasalnya debut perdana dari pemeran utama ini dapat dikatakan tanpa cacat sedikitpun.

Tampilan visual yang mendetail dan pantas diacungi jempol

Dari sisi detail tampilan visual yang ada dalam film Dua Garis Biru ini, secara keseluruhan sangat jelas sangat tertata dengan nuansa romansa serta mood adegan menyenangkan. Meski terdapat cukup banyak problem serius dalam film ini, namun tidak menggambarkan kesuraman. Hasilnya sangat berwarna, sehingga penonton akan lebih serius melihat adegan film ini dan seakan dapat ikut merasakan.

Dari sisi pengambilan gambar di kehidupan keluarga Dara yang ada di perkotaan sangat berbeda dari shoot kehidupan keluarga Bima yang ada di perkampungan. Disini Anda bisa melihat warna kulit yang tampak berbeda. Ini bukan tentang rasis, dari warna kulit dalam film Dua Garis Biru ini telah membedakan strata tentang cara berpikir dan berperilaku dalam menghadapi sebuah masalah besar.

Anda dapat menyimaknya pada adegan di dalam UKS, dimana adegan tersebut akan menjadi memorable film Dua Garis Biru. Pasalnya shoot yang dibangun begitu emosional berkat akting total dari pemeran utama. Sehingga membuat makna dalam film ini, menjadi semakin menyentuh. Hal tersebut berkat adanya scoring yang sangat luar biasa.